Category Archives: News

Belajar Dari Pandang Respon Negatif

Banyak anekdot dan sebagian penelitian memperlihatkan bahwa meditasi bisa menjadi wadah yang kuat untuk kesehatan mental dan jasmani. Penelitian baru memperlihatkan meditasi mungkin mempunyai manfaat lain.

Lalu apa saja manfaatnya? Seperti diinformasikan dari web Medical News, meditasi rupanya dapat menolong anda belajar lebih pesat dari pengalaman masa lalu. Dalam sebuah penelitian baru, para peneliti dari University of Surrey di Inggris memfokuskan perhatian pada satu ragam meditasi tertentu adalah meditasi perhatian terpusat.

Penelitian memandang apakah itu memengaruhi metode seseorang belajar. Latihan meditasi ini memerlukan seseorang untuk memfokuskan perhatian mereka pada objek tertentu contohnya lilin yang menyala atau napas seseorang.

Kemudian responden dipandang bagaimana mempertahankan konsentrasi itu untuk rentang waktu tertentu. Orang tak jarang mengaplikasikan meditasi perhatian terpusat sebagai pintu gerbang ke ragam meditasi lain, sebab lebih gampang untuk belajar dan berlatih.

“Meditasi yakni alat yang kuat untuk tubuh dan pikiran. Itu bisa mengurangi stres dan meningkatkan fungsi kekebalan tubuh,” kata rekan penulis studi Prof Bertram Opitz.

Namun bisakah meditasi juga menolong kita melatih pikiran kita untuk belajar lebih pesat dari umpan balik atau info yang didapatkan via pengalaman masa lalu? Prof Opitz dan Paul Knytl, yang yaitu mahasiswa doktoral di University of Surrey, menyebut bahwa jawaban untuk pertanyaan itu yakni “ya”.

Keduanya membeberkan penemuan penelitian mereka dalam makalah yang kini ditampilkan dalam Journal of Cognitive, Affective, & Behavioral Neuroscience. Para peneliti berprofesi dengan orang-orang yang bermeditasi dan orang-orang yang tak bermeditasi.

Untuk tujuan penelitian ini, para peneliti melatih para peserta untuk mengerjakan dengan bagus dalam suatu kesibukan di mana mereka patut memilih gambar yang paling mungkin untuk membawa mereka hadiah tertentu. Dalam latihan ini, para peserta memandang pasangan gambar, masing-masing dengan probabilitas berbeda membawa hadiah seandainya dipilih.

Para peneliti mengamati bahwa mereka yang berlatih meditasi mempunyai tingkat keberhasilan yang lebih tinggi dalam memilih gambar yang berkaitan dengan hadiah diperbandingkan dengan rekan-rekan mereka yang tak bermeditasi.Prof Opitz dan Knytl membeberkan meditator cenderung belajar dari hasil positif, sementara non-meditator kemungkinan besar belajar dari hasil negatif. “Manusia sudah bermeditasi selama lebih dari 2.000 tahun, tapi mekanisme syaraf dari praktik ini masih relatif tak diketahui,” kata Knytl, yang mengkhususkan diri dalam mekanisme neurologis yang berkaitan dengan meditasi perhatian terpusat.

“Kreatif kami ketika ini memperlihatkan bahwa, pada tingkat yang dalam, para meditator merespon umpan balik dengan metode yang lebih adil ketimbang non-meditasi, yang bisa menolong membeberkan sebagian manfaat psikis yang mereka natural dari latihan,” tambahnya.

 

 

Perubahan Ini Akankah Membikin Profesi Anda Konsisten Ada?

Seandainya Anda ialah orang yang berprofesi di kantor tiap-tiap harinya, bersiap-siaplah untuk menyesuaikan diri dengan suatu perubahan.

Menurut studi yang dilaksanakan oleh penyedia perangkat lunak komunikasi, Unify, profesi Anda mungkin akan berubah sama sekali atau malah akan menghilang dalam sebagian tahun ke depan.

Lebih dari sepertiga yang peneliti ucap dengan ‘knowledge workers’ atau ‘pekerja pengetahuan’ — mengaplikasikan kecerdasan untuk melangsungkan kehidupan, seperti pemilik bisnis termasuk jasa kesehatan, keuangan, pengajaran, dan otomotif– dalam 5 tahun ke depan 65 persen pekerjaannya akan menonjol jauh berbeda.

Dikutip dari News.com.au, penelitian hal yang demikian menurut survei terhadap 9.000knowledge workers di Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman yang mengaplikasikan teknologi dalam profesi mereka.

Dinamika lingkungan kerja, peningkatan pekerja independen, dan transformasi komputerisasi mempunyai peranan kunci dalam perubahan profesi untuk sebagian tahun ke depan.

“Lingkungan kerja modern rumit, sibuk, dan akan terus berubah,” ujar peneliti.

“Orang-orang, terutamanya knowledge workers, ialah sumberdaya paling berharga dalam bisnis, tetapi mereka seharusnya menghadapi perubahan — dengan adanya teknologi, angkatan kerja baru, dan ketidakpastian masa depan peran,” jelasnya.

Apakah Kantor Masih Diperlukan?

Salah satu hal yang dikala ini sudah berubah merupakan lokasi kerja. Penelitian hal yang demikian memperlihatkan, meski knowledge workers masih pergi ke kantor, tetapi hal itu tidak sepenting dulu karena sekarang sudah ada virtual office.

Sebanyak 70 persen dari mereka yang disurvei mengatakan, mempunyai kantor sebagai daerah kerja tidak seperti itu penting dibanding dengan masa lalu.

Ketika ini rata-rata knowledge workers menghabiskan 20 persen waktu berprofesi di luar kantor, dan 27 persen mengatakan mau menghabiskan seperempat atau satu separuh waktunya berprofesi kecuali di dalam kantor.

Di samping adanya harapan itu, para pekerja masih mau mempunyai kantor yang mereka bisa kunjungi sebagian kali. Cuma kurang dari 10 persen knowledge workers yang mau menghabiskan 3/4 waktunya di luar kantor konvensional.

Tatap Muka atau Virtual?

Kecuali itu, banyak knowledge workers berprofesi dengan rekan kerja yang lebih tersebar. Lebih dari setengahnya berprofesi dengan regu secara virtual bagus di kantor ataupun lokasi lainnya.

Lebih dari 40 persen knowledge workers berkata bahwa regu virtual lebih tepat sasaran dibandingi tatap muka. Sementara itu 36 persen mengatakan bahwa berdaya upaya kreatif ialah profit terbesar yang diperoleh dengan berprofesi secara virtual.

Cloud based techology juga menunjang lingkungan kerja dengan ragam seperti itu. Hampir 60 persen dari pekerja yang disurvei mengatakan bahwa mereka mengaplikasikan alat berbasis dunia online untuk mengerjakan kerja sama regu, manajemen proyek, atau kolaborasi virtual.

 

 

Permintaan Kantor Virtual Meningkat

kantor virtual

Senior Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto memprediksi permintaan ruang perkantoran di central business district (CBD) Jakarta terus meningkat sekitar 15 persen sampai akhir 2018. “Perusahaan perdagangan online dan yang mempunyai ruang kerja fleksibel akan terus memperluas bisnis mereka,” ujar Ferry Salanto dalam laporan yang dikeluarkan pada virtual office Jakarta selatan.

Dalam tiga tahun ke depan, berdasarkan ia, sebagian sektor yang berkembang di antaranya kontraktor infrastruktur dan perusahaan yang berbasis teknologi, serta perusahaan pertambangan dan kekuatan. Mengenai pasokan ruang, perkantoran yang berukuran lebih luas diperkirakan makin diperlukan sampai tahun 2021.

Dari sisi pasokan, selama tiga tahun ke depan yaitu 2018-2021, sekitar 1,8 juta meter persegi di kawasan CBD sementara di luar CBD terdapat ruang seluas 890.000 meter persegi. Pasokan yang bertambah akan berpengaruh pada menurunnya tingkat hunian sampai akhir tahun 2018. Ferry memprediksi, tingkat hunian di sentra bisnis dan komersial akan meraba jenjang sampai 79,1 persen. Sementara untuk tingkat sewa, akan terjadi perubahan besar tergantung pada pasokan ruang kelas mahal dan gedung-gedung premium di kelas A.

Dengan demikian, Ferry memprediksi, akan terjadi perundingan sewa antara pemilik gedung dengan penyewa. “Kami yakin bahwa zona yang disewakan akan mendapatkan tekanan yang lebih tinggi dalam perkembangan pasar dikala ini,” tutur Ferry. Mengenai harga, pemilik gedung konsisten mempertahankan jenjang yang sama seperti kuartal lalu.

Ke depannya, Ferry tak memperhatikan penyesuaian harga dikala pasar dibanjiri pasokan ruang perkantoran baru. Dari grafik yang dibeberkan oleh Colliers International Indonesia, nampak bahwa persediaan ruang kantor yang disewakan terus meningkat tiap-tiap tahunnya. Sebagai model, pada 2015 dan 2016 ada sekitar 5 juta ruang yang tersedia, kemudian meningkat jadi sekitar 6 juta pada 2017. Diprediksi akan naik lagi sampai sekitar 6,5 juta ruang pada akhir 2018.

 

 

Mesin Molen Baru 2 Hari Dipakai Langsung Rusak, Siapa yang Salah?

molen beton

Tampaknya, pihak pengadaan mesin molen di Kabupaten Mesuji mesti benar benar menandakan tanggungawabnya.

Pasalnya, mesin molen yang telah diterima di sebagian desa dengan satuan harga per unit Rp24 juta baru saja diaplikasikan sudah rusak.

Walhasil, cara kerja profesi pembangunan jalan rabat beton malahan terhambat.

Seperti halnya yang terjadi di Desa Margomakmur Kecamatan Simpangpematang ketika para pekerja sedang melaksanakan pengecoran jalan rabat beton, tiba-tiba mesin molen tak berfungsi.

Terpaksa dikerjakan pengadukan manual dengan pacul oleh pekerja.

Baca Juga: dinamo listrik

Sukirno salah satu pekerja mengatakan terhadap Culture Defense, Rabu (7/11), padahal mesin molen ngadat cara kerja rabat beton jalan desa ini konsisten dikerjakan. Hal ini untuk mengejar sasaran yang ditetapkan juga mengejar cuaca yang telah mulai tak jarang turun hujan.

Dengan sasaran hal yang demikian membikin para pekerja menjadi lebih intensif dan ekstra, bagus dalam mengangkut material ataupun dalam cara kerja pengadukan material menjadi bahan jadi untuk pengecoran.

“Ada standar penggunaan mesin molen ini. Mesin molen terpaksa diistirahatkan terkendala kerusakan mesin,” ujar Sukirno.

Kepala desa setempat Suratno merasa heran dengan mesin molen yang baru saja mereka beli dengan harga Rp24 juta per satu unit dari dana desa tahun anggaran 2018 diperuntukan untuk badan usaha milik desa (Bumdes).

“Baru saja diaplikasikan selama dua hari, telah tak dapat diaplikasikan lagi. Apakah ini yang dinamakan gagal produk,” kata kades setempat.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Sunardi, menyayangkan mesin baru, rusak. Sehingga menghalangi profesi.

“Kami berkeinginan pihak perusaan pengadaan mesin mesti tanggung jawab menurunkan mekaniknya untuk membenarkan mesin yang rusak,” ujarnya.

Sementara pihak pengadaan mesin molen Yoga Salendra sejauh ini tak memberikan alasan berhubungan kerusakan hal yang demikian.

 

Baca Juga: molen beton

Jangan Terlalu Lama Duduk, Jika Tidak Ingin Mati Muda

duduk

Gaya hidup sehat sekarang berbanding lurus dengan gaya hidup sedenter, di mana kita menjadi kurang aktif. Salah satunya dengan terlalu banyak duduk, yang banyak dikenal bisa memunculkan banyak risiko kesehatan sampai kematian mendadak.

Melainkan sekarang para peneliti menemukan bahwa menukar separo jam duduk dengan kesibukan jasmani apa saja dapat memotong sepertiga risiko kematian mendadak. Berdasarkan sebuah studi terkini dari Columbia University Irving Medical Center, kesibukan jasmani dengan intensitas rendah dapat menurunkan 17 persen risikonya, sementara kesibukan berat dapat menempuh 35 persen.

Studi ini yaitu penelitian yang dikumpulkan semenjak 2017. Pada dasarnya setidaknya seluruh orang beristirahat tiap 30 menit sekali ketika duduk seharian. Melainkan sesudah itu orang-orang bertanya: Dapat yang sepatutnya dikerjakan ketika beristirahat? Bisakah saya cuma berjalan-jalan di lorong? Atau haruskah saya berlari-lari kecil selama 20 menit?” jelas Dr Keith Diaz, ketua peneliti hal yang demikian.

Jawabannya, lanjut Dr Diaz, kesibukan apa saja. Ia saja menjalankan kesibukan-kesibukan kecil sekali-sekali, seumpama mengambil air minum, berjalan-jalan ke meja sahabat kerja lainnya, atau bila ada sentra hiburan di dalam ruangan kantor, pun berjalan keluar mencari makan siang juga termasuk, asal dikerjakan rutin dan sering kali.

Ke depannya dia dan regu berencana untuk meneliti risiko kardiovaskular yang berkaitan dengan kematian pengaruh terlalu banyak duduk. berkeinginan memberi tahu pesannya terhadap seluruh orang bahwa untuk konsisten sehat dengan gaya hidup sedenter tidaklah susah: duduk lebih sedikit, bergerak lebih banyak, dan lebih sering kali yakni kuncinya.