Permintaan Kantor Virtual Meningkat

kantor virtual

Senior Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto memprediksi permintaan ruang perkantoran di central business district (CBD) Jakarta terus meningkat sekitar 15 persen sampai akhir 2018. “Perusahaan perdagangan online dan yang mempunyai ruang kerja fleksibel akan terus memperluas bisnis mereka,” ujar Ferry Salanto dalam laporan yang dikeluarkan pada virtual office Jakarta selatan.

Dalam tiga tahun ke depan, berdasarkan ia, sebagian sektor yang berkembang di antaranya kontraktor infrastruktur dan perusahaan yang berbasis teknologi, serta perusahaan pertambangan dan kekuatan. Mengenai pasokan ruang, perkantoran yang berukuran lebih luas diperkirakan makin diperlukan sampai tahun 2021.

Dari sisi pasokan, selama tiga tahun ke depan yaitu 2018-2021, sekitar 1,8 juta meter persegi di kawasan CBD sementara di luar CBD terdapat ruang seluas 890.000 meter persegi. Pasokan yang bertambah akan berpengaruh pada menurunnya tingkat hunian sampai akhir tahun 2018. Ferry memprediksi, tingkat hunian di sentra bisnis dan komersial akan meraba jenjang sampai 79,1 persen. Sementara untuk tingkat sewa, akan terjadi perubahan besar tergantung pada pasokan ruang kelas mahal dan gedung-gedung premium di kelas A.

Dengan demikian, Ferry memprediksi, akan terjadi perundingan sewa antara pemilik gedung dengan penyewa. “Kami yakin bahwa zona yang disewakan akan mendapatkan tekanan yang lebih tinggi dalam perkembangan pasar dikala ini,” tutur Ferry. Mengenai harga, pemilik gedung konsisten mempertahankan jenjang yang sama seperti kuartal lalu.

Ke depannya, Ferry tak memperhatikan penyesuaian harga dikala pasar dibanjiri pasokan ruang perkantoran baru. Dari grafik yang dibeberkan oleh Colliers International Indonesia, nampak bahwa persediaan ruang kantor yang disewakan terus meningkat tiap-tiap tahunnya. Sebagai model, pada 2015 dan 2016 ada sekitar 5 juta ruang yang tersedia, kemudian meningkat jadi sekitar 6 juta pada 2017. Diprediksi akan naik lagi sampai sekitar 6,5 juta ruang pada akhir 2018.