Jangan Terlalu Lama Duduk, Jika Tidak Ingin Mati Muda

duduk

Gaya hidup sehat sekarang berbanding lurus dengan gaya hidup sedenter, di mana kita menjadi kurang aktif. Salah satunya dengan terlalu banyak duduk, yang banyak dikenal bisa memunculkan banyak risiko kesehatan sampai kematian mendadak.

Melainkan sekarang para peneliti menemukan bahwa menukar separo jam duduk dengan kesibukan jasmani apa saja dapat memotong sepertiga risiko kematian mendadak. Berdasarkan sebuah studi terkini dari Columbia University Irving Medical Center, kesibukan jasmani dengan intensitas rendah dapat menurunkan 17 persen risikonya, sementara kesibukan berat dapat menempuh 35 persen.

Studi ini yaitu penelitian yang dikumpulkan semenjak 2017. Pada dasarnya setidaknya seluruh orang beristirahat tiap 30 menit sekali ketika duduk seharian. Melainkan sesudah itu orang-orang bertanya: Dapat yang sepatutnya dikerjakan ketika beristirahat? Bisakah saya cuma berjalan-jalan di lorong? Atau haruskah saya berlari-lari kecil selama 20 menit?” jelas Dr Keith Diaz, ketua peneliti hal yang demikian.

Jawabannya, lanjut Dr Diaz, kesibukan apa saja. Ia saja menjalankan kesibukan-kesibukan kecil sekali-sekali, seumpama mengambil air minum, berjalan-jalan ke meja sahabat kerja lainnya, atau bila ada sentra hiburan di dalam ruangan kantor, pun berjalan keluar mencari makan siang juga termasuk, asal dikerjakan rutin dan sering kali.

Ke depannya dia dan regu berencana untuk meneliti risiko kardiovaskular yang berkaitan dengan kematian pengaruh terlalu banyak duduk. berkeinginan memberi tahu pesannya terhadap seluruh orang bahwa untuk konsisten sehat dengan gaya hidup sedenter tidaklah susah: duduk lebih sedikit, bergerak lebih banyak, dan lebih sering kali yakni kuncinya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.