Monthly Archives: December 2018

Mesin Molen Baru 2 Hari Dipakai Langsung Rusak, Siapa yang Salah?

molen beton

Tampaknya, pihak pengadaan mesin molen di Kabupaten Mesuji mesti benar benar menandakan tanggungawabnya.

Pasalnya, mesin molen yang telah diterima di sebagian desa dengan satuan harga per unit Rp24 juta baru saja diaplikasikan sudah rusak.

Walhasil, cara kerja profesi pembangunan jalan rabat beton malahan terhambat.

Seperti halnya yang terjadi di Desa Margomakmur Kecamatan Simpangpematang ketika para pekerja sedang melaksanakan pengecoran jalan rabat beton, tiba-tiba mesin molen tak berfungsi.

Terpaksa dikerjakan pengadukan manual dengan pacul oleh pekerja.

Baca Juga: dinamo listrik

Sukirno salah satu pekerja mengatakan terhadap Culture Defense, Rabu (7/11), padahal mesin molen ngadat cara kerja rabat beton jalan desa ini konsisten dikerjakan. Hal ini untuk mengejar sasaran yang ditetapkan juga mengejar cuaca yang telah mulai tak jarang turun hujan.

Dengan sasaran hal yang demikian membikin para pekerja menjadi lebih intensif dan ekstra, bagus dalam mengangkut material ataupun dalam cara kerja pengadukan material menjadi bahan jadi untuk pengecoran.

“Ada standar penggunaan mesin molen ini. Mesin molen terpaksa diistirahatkan terkendala kerusakan mesin,” ujar Sukirno.

Kepala desa setempat Suratno merasa heran dengan mesin molen yang baru saja mereka beli dengan harga Rp24 juta per satu unit dari dana desa tahun anggaran 2018 diperuntukan untuk badan usaha milik desa (Bumdes).

“Baru saja diaplikasikan selama dua hari, telah tak dapat diaplikasikan lagi. Apakah ini yang dinamakan gagal produk,” kata kades setempat.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Sunardi, menyayangkan mesin baru, rusak. Sehingga menghalangi profesi.

“Kami berkeinginan pihak perusaan pengadaan mesin mesti tanggung jawab menurunkan mekaniknya untuk membenarkan mesin yang rusak,” ujarnya.

Sementara pihak pengadaan mesin molen Yoga Salendra sejauh ini tak memberikan alasan berhubungan kerusakan hal yang demikian.

 

Baca Juga: molen beton

Berawal dari Coba-Coba, Pria Ini Mampu Raup Jutaan dari Pemotong Rumput Buatannya

Cuma bermula dari coba-coba, seorang pemuda asal Bantul cakap mengelola bisnis pembuatan sepeda dengan mesin pemotong rumput dengan omset puluhan juta per bulan. Siapa sangka, produk sepeda mesin rakitannya rupanya cakap menarik pasar luar negeri, sampai pernah diekspor ke Australia.

Dialah Muchamad Wahid asal dusun Kauman kelurahan Wijirejo, kecamatan Pandak, Bantul. Dibantu rekannya Muhammad Farhan, dia mendirikan usaha pembuatan atau perakitan sepeda dengan mesin potong rumput yang dikasih nama Fais Wonder Cycle.

“Berdiri sekitar 2000 lalu. Mulanya cuma bengkel motor lazim. Sebab banyak mesin pemotong rumput nganggur, lalu coba-coba dipasangkan ke sepeda onthel. Rupanya diminati buyer asal Australia. Dari situ kita mulai produksi secara berkelanjutan,” ujar Farhan terhadap jurnalis kami, Selasa (18/12/2018) lalu.

Tiap-tiap bulannya, Fais Wonder Cycle cakap memproduksi 7-10 unit sepeda mesin potong rumput tiap-tiap bulannya. Ada sejumlah jenis sepeda mesin yang diproduksi. Mulai dari sepeda klasik, sepeda lipat, sepeda MTB, sepeda roda 3 sampai sepeda buah hati. Satu unit sepeda mesin potong rumput sendiri dipasarkan dengan harga Rp4-6juta per unitnya.

“Pembuatan satu unit sepeda, rata-rata memerlukan waktu 3 pekan. Mulai dari desain, kontruksi, perakitan sampai finishing. Seluruh rangka kita buat sendiri. Cuma mesin dan part sepeda kita beli lalu kita rangkai,” ujarnya.

Walaupun tidak lagi menjual produknya ke luar negeri, Fais Wonder Cycle terus memproduksi sepeda mesin potong rumput untuk pasar lokal dalam negeri. Diantaranya Bali, Sumatera, Kalimantan sampai Sulawesi. Lazimnya para konsumennya ialah para penghobi ataupun pecinta sepeda klasik. Termasuk juga para penderita penyakit tertentu yang konsisten berharap berolahraga.

“Sepeda ini mirip seperti sepeda listrik. Dapat digenjot lazim, tetapi juga dapat gunakan mesin. Kelebihannya lebih murah dan lebih awet diperbandingkan sepeda listrik. Sepeda listrik perawatannya benar-benar mahal. Sedang sepeda mesin potong rumput ini benar-benar gampang. BBM nya juga benar-benar irit. 1 liter dapat untuk 50 kilometer,” ujarnya.

Menjual produknya secara online, Fais Wonder Cycle, terus mengerjakan temuan supaya cakap berkompetisi dengan sepeda pabrikan keluaran terupdate.

Mereka juga membidik kalangan khusus, di antaranya kalangan menengah ke bawah lebih-lebih penduduk desa, yang bekerja atau paling tak pernah menjadi petani.

“Rata-rata yang beli yaitu petani atau paling tak pernah jadi petani. Sebab yang akrab dengan mesin pemotong rumput ya petani. Atau orang desa. Jadi punya harapan mempunyai sepeda mesin potong rumput seperti ini,” pungkasnya.

 

Baca Juga: kompresor angin

Jangan Terlalu Lama Duduk, Jika Tidak Ingin Mati Muda

duduk

Gaya hidup sehat sekarang berbanding lurus dengan gaya hidup sedenter, di mana kita menjadi kurang aktif. Salah satunya dengan terlalu banyak duduk, yang banyak dikenal bisa memunculkan banyak risiko kesehatan sampai kematian mendadak.

Melainkan sekarang para peneliti menemukan bahwa menukar separo jam duduk dengan kesibukan jasmani apa saja dapat memotong sepertiga risiko kematian mendadak. Berdasarkan sebuah studi terkini dari Columbia University Irving Medical Center, kesibukan jasmani dengan intensitas rendah dapat menurunkan 17 persen risikonya, sementara kesibukan berat dapat menempuh 35 persen.

Studi ini yaitu penelitian yang dikumpulkan semenjak 2017. Pada dasarnya setidaknya seluruh orang beristirahat tiap 30 menit sekali ketika duduk seharian. Melainkan sesudah itu orang-orang bertanya: Dapat yang sepatutnya dikerjakan ketika beristirahat? Bisakah saya cuma berjalan-jalan di lorong? Atau haruskah saya berlari-lari kecil selama 20 menit?” jelas Dr Keith Diaz, ketua peneliti hal yang demikian.

Jawabannya, lanjut Dr Diaz, kesibukan apa saja. Ia saja menjalankan kesibukan-kesibukan kecil sekali-sekali, seumpama mengambil air minum, berjalan-jalan ke meja sahabat kerja lainnya, atau bila ada sentra hiburan di dalam ruangan kantor, pun berjalan keluar mencari makan siang juga termasuk, asal dikerjakan rutin dan sering kali.

Ke depannya dia dan regu berencana untuk meneliti risiko kardiovaskular yang berkaitan dengan kematian pengaruh terlalu banyak duduk. berkeinginan memberi tahu pesannya terhadap seluruh orang bahwa untuk konsisten sehat dengan gaya hidup sedenter tidaklah susah: duduk lebih sedikit, bergerak lebih banyak, dan lebih sering kali yakni kuncinya.